Monday, March 19, 2018
Saturday, March 10, 2018
Tuesday, September 12, 2017
Monday, September 11, 2017
Friday, March 10, 2017
Pujian Masa Raya Paskah 2017
COME SHARE THE LORD
Mari Ikut Perjamuan Tuhan
Syair: Bryan Jeffery Leech 1984.
Lagu: Menurut Divernon, Bryan Jeffery Leech 1982.
Aransemen: Lloyd Larson.
We gather here in Jesus' name
Kita bersekutu didalam nama
Yesus
His love is burning in our hearts like living flame
Kasih-Nya diam di hati
terus membara
For through His loving Son, The Father makes us one
Bapa telah menyatukan kita
melalui Putra terkasih-Nya
Come take the bread, come drink the wine, come share
the Lord.
Ambillah roti, ambillah
anggur, di dalam perjamuan Tuhan.
We'll gather soon where angels sing
Kelak kita bersama di
tempat para malaikat memuja
We'll see the glory of our Lord and coming King
Menyaksikan kemuliaan dan
datangnya Raja
Now we anticipate the feast for which we wait
Melalui perjamuan ini kita
bersiap sedia
Come take the bread, come drink the wine, come share
the Lord.
Ambillah roti, ambillah
anggur, di dalam perjamuan Tuhan.
For He will feed us with His presence here
Kehadiran-Nya akan
mengenyangkan kita
This bread and wine will do us good
Roti dan anggur membuat
kita bermakna
Our deepest hunger He will satisfy
Dia akan memuaskan laparnya
jiwa kita
For He is life and peace and rest and drink and food.
Dialah hidup, damai serta
sejahtera.
He joins us here He breaks the bread
Dia disini memecah roti
The Lord who pours the cup is risen from the dead
Tuhan, yang mengisi cawan,
adalah yang bangkit dari mati
The one we love the most is now our glorious host
Dia yang kita kasihilah
yang memimpin perjamuan
Come take the bread, come drink the wine, come share
the Lord.
Ambillah roti, ambillah
anggur, di dalam perjamuan Tuhan.
Refrain: No one is a
stranger here
Tiada yang asing diantara kita
Everyone belongs
Kita semua milik-Nya
Finding our forgiveness
Yang mendapat pengampunan
We in turn forgive all wrongs.
Bagi sesama, kitapun memberikan.
Bridge:
We are now a family of which the Lord is Head
Kita adalah keluarga dimana
Tuhan adalah kepalanya
Though unseen He meets us here
Meski tak nampak Ia disini
bersama kita
In the breaking of the bread.
Sedang memecah roti surga.
We'll gather soon where angels sing
Kelak kita bersama di
tempat para malaikat memuja
We'll see the glory of our Lord and coming King
Menyaksikan kemuliaan dan
datangnya Raja
Now we anticipate the feast for which we wait
Melalui perjamuan ini kita
bersiap sedia
Come take the bread, come drink the wine, come share
the Lord.
Ambillah roti, ambillah anggur, di dalam
perjamuan Tuhan.
VICTORY IN
JESUS
Kemenangan Di Dalam Yesus
Syair & Lagu: Eugene Monroe Bartlett Sr.
Aransemen: Tom Fettke.
Victory, victory, victory, victory in jesus!
Kumenang,
kumenang, kumenang, menang dalam Yesus!
I heard an old, old story
Kudengar cerita lama
How a saviour came from glory
Mesias turun dari sorga
How he gave his life on calvary
Berkorban nyawa di Golgota
To save a wretch like me.
Tebus dosa saya.
I heard about His groaning,
Aku dengar rintihan-Nya
Of his precious blood's atoning
Darah-Nya jadi tebusan
Then I repented of my sin
‘Ku bertobat dari dosa
And won the victory.
Kuraih kemenangan.
Refrain:
O victory in Jesus, my saviour forever
Menang di dalam Yesus, Mesiasku s’lamanya
He sought me and bought me
Dia mencari dan menebusku
With His redeeming blood.
Dengan darah pengampunan-Nya.
He loved me ere I knew Him
Dia sudah mengasihiku saat aku mengenal-Nya
And all my love is due Him
Dan kasihku untuk Dia
He plunged me to victory
Diberikan padaku kemenangan
Beneath the cleansing blood.
Dengan darah pengampunan.
I heard about His healing
Ku dengar Dia membebaskan
Of His cleansing pow'r revealing
Dengan kuasa-Nya menyembuhkan
How he made the lame to walk again
Orang yang lumpuh pun
berjalan
And caused the blind to see.
Yang buta dicelikkan.
And then I cried: "Dear Jesus,
Ku berseru: “ Oh Yesus,
Come and heal my broken spirit."
Datang, sembuhkan jiwaku.”
And somehow Jesus came and brought
Dan Yesus datang membawa
To me the victory.
Kemenangan untuk hamba.
I heard about a mansion
Ku dengar ada tempat
He has built for me in glory
Rumahku dalam kemuliaan
And I heard about the streets of gold
Ku dengar juga jalan emas
Beyond the crystal sea;
Dekat laut kristal;
About the angels singing,
Malaikat memuja
And the old redemption story,
Dan cerita penebusan
And some sweet day I'll sing up there
Kelak aku juga memuja di
sana
The song of victory.
Pujian kemenangan.
Refrain 2X
Coda:
Victory, victory, victory, victory in jesus!
Kumenang,
kumenang, kumenang, menang dalam Yesus!
Monday, February 27, 2017
Wednesday, September 21, 2016
Here comes (again) . . . . . October Family Fest! Bulan Keluarga 2016 - GKI Taman Aries
Bagi jemaat GKI Taman Aries, memasuki bulan Oktober 2016 berarti menyambut gawe akbar:
BULAN KELUARGA 2016
Inilah saatnya keluarga merefleksi, memaknai dan menumbuhkembangkan KELUARGA! (meskipun hal ini tidak berarti bahwa hari-hari lainnya yang lebih panjang dan sepanjang tahun tidak berbicara tentang, menyentuh dan bersinggungan dengan keluarga).
Bulan Keluarga 2016 mengusung tema:
Keluarga Kristen Di Era Digital
Sungguh suatu tema yang sangat pas untuk diangkat ke permukaan, utamanya bagi GKI Taman Aries dengan jemaat yang sangat majemuk.
Rentang usia jemaat yang sangat lebar, dari oma dan opa yang lahir bahkan sebelum Kemerdekaan RI hingga cucu dan cicit yang lahir di era reformasi JOKOWI; dari cara komunikasi dengan "titir" kentongan, ke dunia digital dengan CCTV dan gawai pandai.
Tema tersebut dinyatakan dalam logo yang digarap oleh "Bampi" dengan apik dan lembut:
Gambaran sebuah keluarga yang hidup bersama dan dengan sukacita (bukan dengan antipati ataupun phobi) merengkuh segala yang ada di daring.....dan jangan lupa.....SALIB Trinitas juga daring! 24 hours a day, 7 days a week.....any time you need & anywhere you are! Jesus is always there for you!
Bulan Keluarga 2016 juga mengusung lagu tema, yang seperti tahun lalu, gubahan Laura Gunarja.
Sudah lengkaplah rasanya persiapan menyambut Bulan Keluarga 2016.......aaahhh.....ternyata masih ada satu yang ketinggalan! Sebuah PAD...GKITA-PAD! It's a handy pad containing activity programs for the whole month of October Family Fest!
Keluargaku siap ya Tuhan.........Amin!
Monday, August 29, 2016
BULAN BUDAYA 2016 - GKI TAMAN ARIES
Selain Masa Raya Natal dan Masa Raya Paska, bulan Agustus juga menjadi bulan istimewa bagi GKI Taman Aries karena adanya tiga kegiatan besar di dalamnya. Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Peringatan Hari Ulang Tahun GKI dan BULAN BUDAYA.
Kekentalan tautan antara tiga kegiatan di dalam bulan Agustus tersebut sangat nyata dan dapat dirasakan. Kemerdekaan Republik Indonesia diperjuangkan dengan gigih oleh Bangsa Indonesia SENDIRI. Sebuah bangsa yang mendiami negara kepulauan Nusantara, yang terdiri dari 1.340 suku (Sensus BPS 2010) dan yang hidup dengan memegang semboyan: BHINNEKA TUNGGAL IKA. Di sisi lain, dengan perjuangan dan kesadaran akan keberagaman suku, para pendirinya telah mengubah nama Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui (CHCTCH) menjadi Gereja Kristen Indonesia (GKI). Tanggal 26 Agustus 2016 ini, GKI memperingati terjadinya penyatuan dan pembentukan Sinode Am GKI yang ke 28. Sementara itu, Bulan Budaya yang diselenggarakan GKI Taman Aries ingin mewujudkan semangat keberagaman tersebut di dalam ibadah.
Beberapa tahun terakhir ini, Bulan Budaya diselenggarakan dengan membawa kehidupan sosial budaya berbagai daerah ke dalam ibadah, dengan fokus pendalaman yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Misalnya, tahun 2015 yang lalu, diambil kehidupan sosial budaya daerah Toraja, Nias, Dayak dan Bhinneka Tunggal Ika untuk tiap ibadah Minggu, dengan fokus pendalaman pada sejarah pekabaran Injil di tiap-tiap daerah tersebut.
Untuk Bulan Budaya 2016, kita memberanikan diri keluar dari kandang untuk melihat apa yang terjadi di luar Indonesia. Nuansa Afrika, Hawaii, Asia dan Latin Amerika mengisi dan mewarnai ibadah mingguan selama empat minggu.
Fokus pendalaman kali ini adalah tentang pujian. Pujian juga sering orang sebut sebagai "Suara Gereja" antara lain karena hampir setengah dari tata ibadah berisi pujian. Bukankah Kitab Mazmur juga merupakan bagian yang paling panjang di dalam Alkitab? Selain itu, kita juga belajar dari Alkitab bahwa dari masa Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, pujian selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kegiatan ibadah. Untuk itulah kita ingin mengetahui bagaimana pekabaran Injil ke berbagai kawasan di dunia ini membawa ke dan/atau mempengaruhi musik dan pujian di kawasan tujuan dan seberapa derajat transformasinya pada kehidupan sosial budaya setempat.
Dibawah ini disampaikan video untuk memberikan gambaran ringkas tentang paparan musik dan pujian di kawasan yang dipilih menjadi nuansa mingguan.
AFRIKA
HAWAII
ASIA
Di minggu ke tiga yang bernuansa Asia, PS Immanuel (paduan suara lanjut usia GKI Taman Aries) tidak mau ketinggalan mempersembahkan pujian. Pujian yang berjudul APNO KO TO IS DUNIYA MEIN (Manusia Di Dunia Fana) adalah sebuah lagu klasik Hindi-Bangladesh dengan lirik baru yang diilhami dari Matius 5 : 38 -42, dimana Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana manusia harus hidup di dunia ini berdasarkan Hukum Kasih!
Inilah video persembahan pujian itu, disertai ucapan terima kasih kepada Ibu Natalia Hendrata yang telah membuatkan musik pengiringnya yang rancak!
LATIN AMERIKA
Pada akhir dari tiga tayangan video diatas, yaitu nuansa Hawaii, Asia dan Latin terdapat pujian yang disertai lirik aseli beserta transkrip Bahasa Indonesia yang dapat dinyanyikan. Silahkan menyanyikan lirik dalam Bahasa Indonesia.
Semoga dapat menjadi berkat bagi saudara sekalian dan jika berkenan, berilah kami masukan agar penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang menjadi lebih baik lagi, hanya untuk kemuliaan Allah! Ad Maiorem Deo Gloria!
L'Shalom.-
Wednesday, August 3, 2016
SEKOLAH MINGGU - Unforgettable Memory
Sebuah nama dari masa kecilku yang masih saya ingat adalah IBU SITI MURSIH. Beliau adalah satu dari beberapa Guru Sekolah Minggu di suatu gereja kecil, Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Beliau berkepribadian penyayang, murah senyum, penyabar dan suka menyapa. Saya masih ingat satu lagu berbahasa Jawa yang beliau ajarkan +/- 55 tahun yang lalu. Lagu itu beliau ajarkan menjelang Perayaan Natal anak-anak Sekolah Minggu.
Ingatan kuat saya atas lagu itu, disamping karena saya menyukainya, juga karena mempunyai melodi yang sangat mirip dengan (saya belakangan secara tidak sadar mengetahuinya) lagu kebangsaan negara Amerika Serikat (USA) yaitu "Star Spangled Banner."
Agar lagu itu tidak hilang ditelan masa, maka saya mencoba membuat transkrip sesuai ingatan saya, dengan harapan masih ada yang tertarik untuk memelihara dan menyanyikannya.
Semoga anda juga tertarik!
Monday, March 7, 2016
Friday, March 4, 2016
Thursday, February 18, 2016
Lilin Masa Raya Paska
LILIN MASA RAYA PASKA
Kesejarahan & Praktek
Di dalam kehidupan sehari-hari,
banyak kita jumpai simbol/ lambang. Kita menggunakannya
(simbol uang: Rp, £, €, ¥), memakainya (logo merek ternama) dan bahkan mematuhinya
(tanda lalu-lintas). Demikian juga di dalam kehidupan bergereja banyak simbol
yang kita kenal dan pergunakan, baik sebagai pengingat, penguat maupun sebagai
identitas. Simbol-simbol tersebut, diantaranya seperti: salib, altar &
perlengkapannya, warna, liturgi, termasuk juga penggunaan lilin.
Di dalam gereja, lilin hampir selalu dipergunakan baik
pada kegiatan kebaktian minggu biasa maupun pada kegiatan kebaktian istimewa,
seperti kebaktian pernikahan, kebaktian di Masa Raya Natal, demikian juga pada
kebaktian di Masa Raya Paska, masa yang saat ini sedang kita masuki.
1. Lilin Sebagai Simbol.
Esensi dari sebuah lilin adalah
“lilin” itu sendiri sebagai “api” atau “terang” yang
menjadi simbol kehadiran Tuhan. Nyala api dari semak duri di Gunung Sinai,
tiang api di padang gurun, api altar di Bait Suci Yerusalem, adalah beberapa
contoh kejadian yang dapat dibaca di Kitab perjanjian Lama.
Umat Kristen mula-mula, memberikan arti tentang api
atau terang itu sebagai simbol kehadiran Yesus, Tuhan yang telah bangkit dari
kematian, sebagai “tiang api yang baru.” Di Yerusalem, mereka mempunyai kebiasaan
untuk menyalakan lilin setiap Sabtu malam, (diduga) mengikuti kebiasaan umat
Yahudi saat mengakhiri Sabat.
Baru di sekitar abad 5/6 Masehi, kebiasaan ini
kemudian menjadi bagian dari ritual kebangkitan Yesus dan menjadi bagian dari
liturgi gereja di berbagai negara dan bangsa.
Seperti yang juga kita lihat di gereja-gereja yang
memiliki (meja) altar, simbol kebangkitan dan kehadiran Yesus dinyatakan
melalui lilin yang senantiasa menyala di altar; itulah Lilin Paska. Aturan ini
tentu akan berbeda dan bervariasi, sesuai dengan denominasi gereja, termasuk
juga yang secara khusus menyelenggarakan ibadah penyalaan Lilin Paska yang akan
tetap menyala di sepanjang Masa Raya paska.
2. Lilin Masa Pra Paska (MPP).
Jumlah Lilin MPP.
Masa Raya Paska diawali dengan MPP yang berlangsung
selama 40 hari dengan enam (6) hari Minggu di dalam masa tersebut (lih. Warta Jemaat 31 jan
2016). Oleh karenanya, banyak gereja, termasuk gereja kita,
yang memasang enam (6) buah lilin selama MPP (cat.: ada juga gereja yang memasang tujuh (7) buah
lilin, dimana lilin terakhir merupakan simbol Jumat Agung).
Arti Pemasangan
Lilin MPP.
Sebagaimana telah kita imani, MPP adalah masa
penyesalan, peringatan akan sengsara Tuhan Yesus. MPP sekaligus menjadi titik
tolak perubahan, pembaruan dan pertumbuhan rohani, sebagai eskalasi kearah
karya penyelamatan umat manusia yang semakin dekat.
Enam (6) buah lilin yang dipasang selama MPP menjadi
simbol penyesalan, peringatan sengsara Tuhan Yesus dan eskalasi kearah karya
penyelamatan umat manusia.
Cara Pemasangan
Lilin MPP.
Gereja mempunyai kebiasaan yang berbeda didalam
memasang lilin MPP, meskipun pada umumnya banyak gereja melakukan dua (2) cara
di bawah ini, baik salah satu ataupun bergantian pada setiap tahunnya.
Lilin dipasang
dan dinyalakan satu per satu. Di awal
kebaktian, lilin dinyalakan satu per satu setiap minggu, sehingga enam (6)
lilin menyala semua pada MPP 6 (Minggu Palem). Praktik ini ingin menyatakan bahwa
di dalam masa penyesalan ini, umat pun masih mempunyai harapan karena melihat
“terang” (baca: karya penyelamatan umat manusia oleh Yesus). Dari minggu ke
minggu, “terang” itu menjadi semakin besar dan semakin dekat, dengan puncaknya
di Minggu Paskah.
Lilin dipasang, dinyalakan semua dan dipadamkan satu per satu. Sebelum
kebaktian, semua lilin dinyalakan. Di awal kebaktian, lilin dimatikan satu per
satu setiap minggu. Praktik ini ingin menyatakan bahwa di dalam masa penyesalan
ini, umat diingatkan keadaan manusia yang dikuasai kegelapan. Setiap hari kita
bertambah jahat dan semakin jauh dari “terang.” Sampai akhirnya di MPP 6
(Minggu palem) semua lilin mati. Pupuslah harapan umat manusia!
Hilangnya harapan manusia yang dikuasai dosa tak
terperikan itu menimbulkan belas kasihan Allah dengan mengutus Yesus turun,
melepas nyawa untuk menyelamatkan umat manusia. Karya penyelamatan ini juga
menjadi karya pemulihan hubungan antara Allah dengan manusia.
Sumber:
1. www. elca.org
5. Beberapa sumber lainnya
yang digali untuk ide tulisan.
Sunday, December 27, 2015
Drama Natal 2015 - GKI Taman Aries
Pada Kebaktian & Perayaan Natal 2015, Liturgi GKI Taman Aries menyampaikan Pemberitaan Firman Allah dalam bentuk persembahan drama Natal dengan judul:
Naskah drama diadaptasi dari naskah yang berjudul: AWAY FROM A MANGER, karya Rachel Benjamin and Suzanne Davis.
Beberapa foto pementasan dapat dilihat pada tautan/ link berikut:
https://www.facebook.com/BanyakGaul/media_set?set=a.10207076893813519&type=3&pnref=story
Berikut ini adalah naskah drama dimaksud, dengan harapan dapat bermanfaat bagi umat. L'Shalom.
Bagi yang menginginkan naskah PDF, silahkan kontak saya.
DIMANA YESUS?
Naskah drama diadaptasi dari naskah yang berjudul: AWAY FROM A MANGER, karya Rachel Benjamin and Suzanne Davis.
Beberapa foto pementasan dapat dilihat pada tautan/ link berikut:
https://www.facebook.com/BanyakGaul/media_set?set=a.10207076893813519&type=3&pnref=story
Berikut ini adalah naskah drama dimaksud, dengan harapan dapat bermanfaat bagi umat. L'Shalom.
Bagi yang menginginkan naskah PDF, silahkan kontak saya.
Subscribe to:
Comments (Atom)





























































